Kamis, 15 November 2012

Islam Mengakomodir Budaya


Islam Mengakomodir Budaya
Jumat, 27/04/2012 15:49

Tags:

Space Iklan
300 x 80 Pixel
Brebes, NU Online
Agama Islam mampu berkembang ke seantero negeri akibat mengakomodir budaya setempat. Tidak sedikitpun mengusik tradisi yang menjadi kebiasaan sehari-hari, apalagi memaki-maki. Anehnya, saat ini ada sekelompok orang yang berdakwah dengan menebarkan kebencian dan mengungkit tradisi. Cara-cara berdakwah seperti itu, justru tidak akan pernah berhasil.

Demikian dikatakan pengasuh pondok pesantren Buntet Cirebon Prof DR KH Muhammad Abbas Fuad Hasyim saat menyampaikan mauidlotul khasanah pada tabligh akbar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Brebes di alun-alun Brebes, Kamis (26/4) malam.

Lebih lanjut Babas (demikian panggilan akrabnya) berdakwah dengan menuding-nuding ajaran itu sesat, bidah, tidak Islami dan membangga-banggakan kelompoknya sebagai yang terbaik, hanya membuat runyam dan merusak ukhuwah. Akibatnya, merugikan diri sendiri dan umat Islam pada umumnya.

Peristiwa Isra Miraj telah membukakan mata dan telinga kita, kalau Islam tidak picik dan sangat modern. Ketika memadukan kebaikan yang satu dengan kebaikan yang lain, akan tercipta budaya yang indah, cantik, dan menggemparkan.

Janganlah kita terkungkung dengan nostalgia sejarah, sebagai acuan beribadah. Nabi pada Zamannya memakai Jubah, tapi tidak harus kita sholat dengan jubah. Karena yang diutamakan dalam sholat adalah menutup aurat.

Islam diterima di Indonesia, karena menghargai tradisi umat Hindu yang terlebih dahulu hidup di Indonesia. Penghargaanya kepada umat Hindu, kita memakai sarung.  “Sarung kotak-kotak dan peci hitam adalah pakaian umat Hindu,” kata Babas yang menempa Ilmu hingga mencapai gelar doktornya di India selama 6 tahun.

Demikian juga dengan celana dan dasi, adalah pakaian orang eropa yang mayoritas beragama nasrani. “Lalu kita mau pakai apa, kalau hal-hal sepele di perdebatkan terus?” ujar Babas yang disambut aplaus sekitar 10 ribu pengunjung.

Islam ditebarkan untuk rahmat bagi seluruh alam. Peristiwa Isra Miraj, menandakan Islam menembus batas langit dan bumi serta akhirat. “Daya nalar tidak bisa berarti kalau tidak sinergi dengan hati,” tandas Babas.

Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman mengaku bangga dengan kegiatan yang digelar IPNU. Gerak langkah IPNU perlu mendapat apresiasi sebab telah membuat kegiatan positif. PC NU pun menaruh kepercayaan, IPNU bakal menjadi pelanjut estafet kepemimpinan masa depan. Pelanjut generasi yang Islami dan rahmatan lil alamin.

Ketua PC IPNU Brebes Husni Mubarak al Hafidz menjelaskan, peringatan Isra Miraj digelar sebagai upaya membangkitkan Pelajar untuk berfikir kritis dan menatap masa depan dengan optimis. Perubahan zaman harus disikapi dengan semangat beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. Sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, orang lain, bangsa dan Negara.

Bupati Brebes dalam sambutannya yang disampaikan Kabag Kesra Setda Brebes H Mabruri SH mengingatkan kepada umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas. Apalagi menjelang Pemilukada, ada berbagai gesekan yang muncul sehingga memicu ketidakharmonisan. Landasan agama, akan mengeliminir terjadinya suasana panas menjadi damai, dan tetap kondusif dalam bingkai NKRI.


Redaktur      : Syaifullah Amin
Kontributor : Wasdiun 

Kamis, 04 Oktober 2012

4 Oktober Diusulkan Jadi Hari Bebas Gepeng


Updated: Fri, 05 Oct 2012 02:58:34 GMT

4 Oktober Diusulkan Jadi Hari Bebas Gepeng

4 Oktober Diusulkan Jadi Hari Bebas Gepeng
4 Oktober Diusulkan Jadi Hari Bebas Gepeng
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial mendorong adanya gerakan nasional untuk membebaskan kota-kota di Indonesia dari keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng).
"Kami berkeinginan 4 Oktober disosialisasikan menjadi hari bebas gelandangan dan nantinya akan menjadi gerakan nasional," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kementerian Sosial, Sonny W Manalu, di Jakarta, Jumat.
Alasan 4 Oktober sebagai hari bebas gelandangan karena tanggal tersebut mulai berdiri Panti Sosial Bina Karya (PSBK) Pangudi Luhur Bekasi pada 51 tahun lalu. PSBK Pangudi Luhur merupakan satu-satunya panti yang menangani gelandangan dan pengemis yang dikelola Kementerian Sosial.
"Di usia yang sudah 51 tahun menunjukkan bahwa pemerintah sudah sejak lama memberikan perhatian bagi penanganan gepeng," kata Sonny.
PSBK Pangudi Luhur juga diharapkan menjadi percontohan nasional serta pusat rujukan penanganan gepeng. "Kami mempunyai keinginan PSBK Pangudi Luhur menjadi panti percontohan sekaligus pusat rujukan nasional untuk penanganan gepeng," katanya.

Tanah Bergeser, Delapan Rumah di Brebes Ambruk


Updated: Mon, 05 Mar 2012 19:46:41 GMT

Tanah Bergeser, Delapan Rumah di Brebes Ambruk

Tiga rumah ambruk dan 16 lainnya retak-retak akibat pergerakan tanah di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Tanah Bergeser, Delapan Rumah di Brebes Ambruk
Liputan6.com, Brebes: Tiga rumah ambruk dan 16 lainnya retak-retak akibat pergerakan tanah di Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (5/3). Pergerakan tanah dipicu hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.Salah satunya menimpa rumah milik Karina. Hampir seluruh bagian tembok dan dinding rumah retak-retak. Menurut Karina, pergerakan tanah yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir. Ia bersama korban lain pun memutuskan akan mengungsi ke tempat yang lebih aman.Mereka berharap pemerintah menyediakan tempat yang lebih aman. Warga pun bersedia untuk direlokasi. Bencana pergeseran tanah ini juga terjadi pada Kamis malam lalu. Sedikitnya, lima rumah ambruk dan 14 lainnya retak-retak pada bagian tembok dan lantai.(APY/ULF)

KPUD Brebes Ajak Publik Awasi Kampanye Pilkada Brebes


Pencoblosan Berlangsung 7 Oktober Mendatang

KPUD Brebes Ajak Publik Awasi Kampanye Pilkada Brebes

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 17:26 WIB
LENSAINDONESIA.COM: ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghimbau agar masyarakat ikut peran aktif untuk mengawasi jalannya masa kampanye Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Brebes.
Himbauan itu disampaikan ketua KPU Brebes, H. Masykur, saat acara Sosialisasi Pemilihan Umum Bupati dan Wakli Bupati Brebes periode 2012-2017 di aula Kantor Kecamatan Bumiayu.
“Semua anggota masyarakat, LSM, Mahasiswa dan wartawan kami harap bisa ikut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya masa kampanye ini,” pintanya, Minggu (23/09).
Masykuri mengatakan, pelanggaran bisa saja terjadi dan para calon yang saat ini maju dalam pemilukada Brebes merupakan para pejabat.
Pelanggaran yang mesti diawasi diantaranya penggunaan fasilitas negara yang terkait dengan jabatannya.
“Dua calon bupati ini masing-masing menjabat bupati dan wakil bupati tetapi sesuai aturan tidak boleh menggunakan fasilitas negara yang terkait dengan jabatannya,” ujarnya.
Dikatakannya, pengawasan juga perlu dilakukan pada pejabat negara, pejabat strukturan dan fungsional dalam jabatan negeri seperti kepala desa.
Pejabat-pejabat ini tidak dibenarkan membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.
“Jika ada pejabat yang melanggar segera laporkan ke pihak berwenang atau panwas dengan disertai barang bukti,” tegas Masykuri.
Pengawasan oleh masyarakat terhadap pelanggaran kampanye sangat perlu. Diharapkan dengan pengawasan itu nantinya tidak terjadi pelanggaran dan hasil pelaksanaan Pemilukada Brebes 07 Oktober 2012 nanti benar-benar bersih.
“Pengawasan ini penting sehingga nantinya siapapun bupati yang terpilih adalah terpilih dengan cara yang terhormat,” ucap Masykuri.
Sementara itu pantauan LICOM dilapangan, pada Minggu (23/9), pasangan bupati / wakil bernomor urut 1 H.Agung Widyantoro-Atholillah berkampanye di wilayah pantura yakni Kecamatan Losari.
Sedangkan pasangan nomer 2, Idza Priyanti-Narjo (IJO) di wilayah Brebes selatan, yakni di Lapangan ASRI, Kecamatan Bumiayu.@boy
    
 


Editor: Rizal Hasan

Minggu, 26 Agustus 2012

Suhu Politik di Brebes Memanas


Minggu, 26 Agustus 2012 , 10:30:00

BREBES- Meski masih dalam suasana lebaran, suhu politik di Kabupaten Brebes mulai memanas. Persaingan tidak sehat sudah merebak jelang pelaksanaan Pilkada Brebes 2012. 

Salah satunya dengan tindakan perusakan baliho calon maupun atribut-atribut partai politik tertentu yang marak di berbagai wilayah. Penghilangan dan perusakan atribut oleh orang tidak bertanggung jawab itu disayangan sejumlah pengurus partai dan tokoh masyarakat.

Di sejumlah tempat di wilayah utara, puluhan gambar-gambar milik masing-masing pasangan calon terlihat rusak seperti usai disobek dengan benda tajam. Tindakan ini dinilai mencoreng nilai-nilai demokrasi.

Imam Sairi, tokoh masyarakat di Kecamatan Bumiayu, yang juga anggota DPRD Brebes dari Fraksi PPP ini juga mengaku adanya tindak perusakan dan penghilangan atribut tersebut yang juga terjadi di wilayah selatan. Diharapkan, seluruh kontestan dan tim pendukung harus tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi.

"Kami sangat prihatin dan menyayangkan penghilangan atribut parpol ini. Siapa pelakunya kami belum tahu pasti, tapi yang jelas itu sebuah bentuk perusakan," ujarnya, kemarin

Dia mengungkapkan, di wilayah Kecamatan Bumiayu banyak atribut parpol, baik yang menyangkut gambar pilkada maupun ucapan selamat Lebaran mendadak hilang. Termasuk, atribut parpol milik PPP terkait ucapan Lebaran. Pengilangan itu bentuk tidakan tidak terpuji dan melukai demokrasi. Mestinya, dalam persaingan antara partai harus yang sehat dan tetapi harus tetap menjunjung spotifitas dan menjada kondusifitas daerah. Sebab, pengilangan atribut seperti itu dikhawatirkan juga akan memicu keteganggan antara kelompok.

"Kemarin, atribut partai kami masih ada. Eh, tiba-tiba sudah tidak ada dan diganti partai lain. Saya khawatir aksi-aksi semacam ini memunculkan ketegangan. Panwaslu juga harus tegas dan segera mengambil tindakan," tandasnya.(ism/sam/jpnn)

Jalur Tengah dan Pantura Macet


26 Agustus 2012
Jalur Tengah dan Pantura Macet
 0
 
  1
image
BREBES -  Ribuan orang  dari berbagai daerah ”menyerbu” Jakarta, Sabtu (25/8). Akibatnya, terjadi kemacetan di sejumlah titik, baik di jalur selatan dan jalur pantura Jawa. Tak hanya itu, ledakan penumpang juga terjadi di sejumlah stasiun dan terminal.  
Ribuan kendaraan terjebak kemacetan arah selatan Jateng yang melewati jalur tengah Purwokerto-Tegal, di Paguyangan, Kabupaten Brebes, sejak pagi hingga siang. Kendaraan yang didominasi mobil pribadi itu merayap dengan kecepatan 5-10 km/jam sejak memasuki Kabupaten Brebes, tepatnya di Pesurupan Paguyangan.
Di sejumlah titik, kemacetan tidak dapat dihindari akibat lalu lintas kendaraan wisatawan, seperti di pertigaan Waduk Penjalin, Cipanas Kedungoleng, dan pertigaan menuju Kebun Teh Kaligua. 
Antrean kendaraan juga mengular ketika perlintasan KA Kretek ditutup. 
Andri (40), pemudik asal Kebumen mengatakan, butuh waktu sekitar satu jam dari Winduaji hingga perlintasan KA Kretek. Padahal normalnya, waktu tempuh hanya 15 menit.
Menurut dia, kemacetan sudah dialami sejak di Ajibarang, Banyumas.  “Tadi sekitar pukul 10.00 macet di Ajibarang, kemudian lalu lintas padat tapi masih bisa jalan. Masuk Paguyangan kembali macet,” kata dia.
Perlintasan KA
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kepala Pos Pam Pagojengan Paguyangan Ipda Eko Sugeng Purwanto mengatakan, ketersendatan tidak dapat dihindari akibat perlintasan KA dan kendaraan wisatawan. Upaya yang bisa dilakukan hanyalah menjaga agar pengendara tidak saling serobot.
”Lepas perlintasan KA Kretek, arus lalin sepanjang Pagojengan sampai Bumiayu lancar,” katanya. Adapun di ruas Ciregol, Kecamatan Tonjong tidak terjadi kemacetan. Selama arus mudik hingga kemarin, arus lalu lintas lancar. Kepadatan hanya terjadi di Pasar Linggapura dan Tonjong. Namun kepadatan mencair seiring berakhirnya aktivitas pedagang sekitar pukul 13.00. Titik sendat lainnya terjadi di perlintasan KAKarangsawah.
”Terjadi penumpukan arus saat perlintasan KA ditutup, namun antreannya tidak sampai Ciregol,” kata Imam Suwondo, warga Karangsawah Kecamatan Tonjong. Kemacetan juga terjadi di tol Cikampek. Kendaraan padat merayap sepanjang 10 km dari Karawang Barat hingga Cikarang Timur, tepatnya di KM 47 hingga 37. Jumlah kendaraan pemudik yang menuju Jakarta memang terus meningkat. Terutama bagi pemudik yang memilih jalur pantura. “Ada kemacetan kira-kira sepanjang 10 km padat merayap di Tol Cikampek Km 47 sampai 37,” jelas Hendri, petugas jaga Jasa Marga. Hendri menjelaskan pada titik kemacetan tersebut mobil hanya dapat melaju dengan kecepatan kira-kira 10-30 km/jam.
“Di sana kendaraan masih bisa bergerak tapi sangat pelan,” lanjutnya. Namun arus balik mudik dari Cikarang Timur hingga Jakarta terpantau ramai lancar. Sementara itu, arus lalu lintas dari Semarang ke Jakarta yang melewati jalur pantura sejak pagi terpantau tersendat saat memasuki daerah Comal, Pemalang dan Pasar Induk Brebes. Selain karena peningkatan jumlah kendaraan, kepadatan terjadi karena banyak pemudik yang mengantre di SPBU dan berhenti di bahu jalan. “Banyak juga yang beristirahat di pinggr jalan, jalan agak tersendat,” kata petugas piket NTMC Briptu Amunk. Adapun arus lalu lintas kendaraan pemudik dari Jawa Tengah di sepanjang jalur pantura selepas Pamanukan hingga Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat juga terpantau padat merayap sejak pagi hingga siang.Kemacetan parah juga terjadi di jalur pantura Indramayu.
Penuhi Pelabuhan Kepadatan juga terlihat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Ribuan penumpang memenuhi pelabuhan untuk kembali ke Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka berdatangan sejak pagi hingga siang, baik penumpang pejalan kaki, pengendara motor, mobil maupun menumpang bus. Akibat tertahan sejak pukul 17.00 hingga 20.00 di Dermaga II Pelabuhan Bakauheni, ribuan pemudik bersepeda motor melampiaskan kekesalannya. Mereka beradu mulut dengan petugas kapal di lapangan parkir dengan dermaga II. Mereka juga beramai-ramai melampiaskan kekesalannya dengan membunyikan klakson dan menggeber-geber motor. ”Saya tidak tahu pasti kenapa kami belum juga diberangkatkan.
Padahal sudah antre sejak jam lima sore, tiket juga sudah diambil petugas,” ujar Mafudin, salah satu pemudik yang hendak ke Jakarta. Heru Purwanto, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Fery (Persero) cabang Bakauheni mengatakan, tidak benar kalau ada pemudik bersepeda motor yang tertahan penyeberangan hingga tiga jam. ”Itu karena ribuan pemudik motor yang datang bergelombang dan memenuhi dermaga II. Tidak mungkin terangkut semua dalam satu pelayanan kapal,” katanya. Manajer Operasi PTASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Heru Purwanto mengatakan, sesuai prediksi, puncak arus balik terjadi Sabtu dan Minggu.
Sebab, liburan sekolah akan berakhir. Berdasarkan data dari PTASDPIndonesia Ferry Cabang Bakauheni, jumlah penumpang balik dari Sumatera ke Jawa hingga kemarin mencapai 368.804 orang. Pada Sabtu dari pukul 00.01- 08.00 jumlah penumpang melalui Pelabuhan Bakauheni 91.672 orang dan mereka menggunakan 9.430 unit kendaraan berbagai jenis. Stasiun Senen Adapun di Stasiun Senen, Jakpus diperkirakan 8 ribu pemudik datang.”Tidak ada lonjakan kedatangan yang istimewa, rata-rata kedatangan per harinya sekitar 6 ribu -7 ribu dari H+1 hingga H+5 namun puncak arus balik diperkirakan malam ini (semalam-Red) sekitar 8 ribu,” kata Kepala Humas Daop I PT KAI Jakarta, Mateta Rizalulhaq.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono memprediksi puncak arus balik terjadi pada Sabtu (25/8) malam hingga Minggu (26/8). Lonjakan arus balik terjadi melalui jalur darat karena minimnya tiket kereta api. “Puncak arus balik diperkirakan nanti malam dan besok malam,” ujar di Terminal Kampung Rambutan, kemarin. Udar menuturkan, berdasarkan laporan dari sejumlah kepala terminal, volume angkutan darat arus balik meningkat. Hal ini dikarenakan ketatnya pembelian tiket kereta api. “Karena kereta api ketat, sehingga ada yang pindah ke angkutan yang lain. Jadi jika dilihat yang berangkat itu sudah 1,6 juta sampai H+3, H+3 itu bukan hari ini tapi kemarin.
Yang hari ini baru dihitung sekarang. Terus yang datang itu 1 juta-an ,ini yang naik angkutan umum,” katanya. Selain itu, ada juga pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini mengalami peningkatan. Penumpang arus balik di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, pada H+6 Lebaran mencapai 15.831 orang, naik 37 persen dibanding hari sebelumnya. “H+6 pagi, total ada 15.831 dan 403 bus,” kata Kepala Terminal Bus AKAP Pulogadung, M Nur. (H51, dtc,viva,ant-48,71)

Jalur Tengah dan Pantura Macet

BERITA UTAMA

26 Agustus 2012
Jalur Tengah dan Pantura Macet 

BREBES -  Ribuan orang  dari berbagai daerah ”menyerbu” Jakarta, Sabtu (25/8). Akibatnya, terjadi kemacetan di sejumlah titik, baik di jalur selatan dan jalur pantura Jawa. Tak hanya itu, ledakan penumpang juga terjadi di sejumlah stasiun dan terminal. 
Ribuan kendaraan terjebak kemacetan arah selatan Jateng yang melewati jalur tengah Purwokerto-Tegal, di Paguyangan, Kabupaten Brebes, sejak pagi hingga siang. Kendaraan yang didominasi mobil pribadi itu merayap dengan kecepatan 5-10 km/jam sejak memasuki Kabupaten Brebes, tepatnya di Pesurupan Paguyangan.
Di sejumlah titik, kemacetan tidak dapat dihindari akibat lalu lintas kendaraan wisatawan, seperti di pertigaan Waduk Penjalin, Cipanas Kedungoleng, dan pertigaan menuju Kebun Teh Kaligua.
Antrean kendaraan juga mengular ketika perlintasan KA Kretek ditutup.
Andri (40), pemudik asal Kebumen mengatakan, butuh waktu sekitar satu jam dari Winduaji hingga perlintasan KA Kretek. Padahal normalnya, waktu tempuh hanya 15 menit.
Menurut dia, kemacetan sudah dialami sejak di Ajibarang, Banyumas.  “Tadi sekitar pukul 10.00 macet di Ajibarang, kemudian lalu lintas padat tapi masih bisa jalan. Masuk Paguyangan kembali macet,” kata dia.
Perlintasan KA
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kepala Pos Pam Pagojengan Paguyangan Ipda Eko Sugeng Purwanto mengatakan, ketersendatan tidak dapat dihindari akibat perlintasan KA dan kendaraan wisatawan. Upaya yang bisa dilakukan hanyalah menjaga agar pengendara tidak saling serobot.
”Lepas perlintasan KA Kretek, arus lalin sepanjang Pagojengan sampai Bumiayu lancar,” katanya. Adapun di ruas Ciregol, Kecamatan Tonjong tidak terjadi kemacetan. Selama arus mudik hingga kemarin, arus lalu lintas lancar. Kepadatan hanya terjadi di Pasar Linggapura dan Tonjong. Namun kepadatan mencair seiring berakhirnya aktivitas pedagang sekitar pukul 13.00. Titik sendat lainnya terjadi di perlintasan KAKarangsawah.
”Terjadi penumpukan arus saat perlintasan KA ditutup, namun antreannya tidak sampai Ciregol,” kata Imam Suwondo, warga Karangsawah Kecamatan Tonjong. Kemacetan juga terjadi di tol Cikampek. Kendaraan padat merayap sepanjang 10 km dari Karawang Barat hingga Cikarang Timur, tepatnya di KM 47 hingga 37. Jumlah kendaraan pemudik yang menuju Jakarta memang terus meningkat. Terutama bagi pemudik yang memilih jalur pantura. “Ada kemacetan kira-kira sepanjang 10 km padat merayap di Tol Cikampek Km 47 sampai 37,” jelas Hendri, petugas jaga Jasa Marga. Hendri menjelaskan pada titik kemacetan tersebut mobil hanya dapat melaju dengan kecepatan kira-kira 10-30 km/jam.
“Di sana kendaraan masih bisa bergerak tapi sangat pelan,” lanjutnya. Namun arus balik mudik dari Cikarang Timur hingga Jakarta terpantau ramai lancar. Sementara itu, arus lalu lintas dari Semarang ke Jakarta yang melewati jalur pantura sejak pagi terpantau tersendat saat memasuki daerah Comal, Pemalang dan Pasar Induk Brebes. Selain karena peningkatan jumlah kendaraan, kepadatan terjadi karena banyak pemudik yang mengantre di SPBU dan berhenti di bahu jalan. “Banyak juga yang beristirahat di pinggr jalan, jalan agak tersendat,” kata petugas piket NTMC Briptu Amunk. Adapun arus lalu lintas kendaraan pemudik dari Jawa Tengah di sepanjang jalur pantura selepas Pamanukan hingga Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat juga terpantau padat merayap sejak pagi hingga siang.Kemacetan parah juga terjadi di jalur pantura Indramayu.
Penuhi Pelabuhan Kepadatan juga terlihat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Ribuan penumpang memenuhi pelabuhan untuk kembali ke Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka berdatangan sejak pagi hingga siang, baik penumpang pejalan kaki, pengendara motor, mobil maupun menumpang bus. Akibat tertahan sejak pukul 17.00 hingga 20.00 di Dermaga II Pelabuhan Bakauheni, ribuan pemudik bersepeda motor melampiaskan kekesalannya. Mereka beradu mulut dengan petugas kapal di lapangan parkir dengan dermaga II. Mereka juga beramai-ramai melampiaskan kekesalannya dengan membunyikan klakson dan menggeber-geber motor. ”Saya tidak tahu pasti kenapa kami belum juga diberangkatkan.
Padahal sudah antre sejak jam lima sore, tiket juga sudah diambil petugas,” ujar Mafudin, salah satu pemudik yang hendak ke Jakarta. Heru Purwanto, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Fery (Persero) cabang Bakauheni mengatakan, tidak benar kalau ada pemudik bersepeda motor yang tertahan penyeberangan hingga tiga jam. ”Itu karena ribuan pemudik motor yang datang bergelombang dan memenuhi dermaga II. Tidak mungkin terangkut semua dalam satu pelayanan kapal,” katanya. Manajer Operasi PTASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Heru Purwanto mengatakan, sesuai prediksi, puncak arus balik terjadi Sabtu dan Minggu.
Sebab, liburan sekolah akan berakhir. Berdasarkan data dari PTASDPIndonesia Ferry Cabang Bakauheni, jumlah penumpang balik dari Sumatera ke Jawa hingga kemarin mencapai 368.804 orang. Pada Sabtu dari pukul 00.01- 08.00 jumlah penumpang melalui Pelabuhan Bakauheni 91.672 orang dan mereka menggunakan 9.430 unit kendaraan berbagai jenis. Stasiun Senen Adapun di Stasiun Senen, Jakpus diperkirakan 8 ribu pemudik datang.”Tidak ada lonjakan kedatangan yang istimewa, rata-rata kedatangan per harinya sekitar 6 ribu -7 ribu dari H+1 hingga H+5 namun puncak arus balik diperkirakan malam ini (semalam-Red) sekitar 8 ribu,” kata Kepala Humas Daop I PT KAI Jakarta, Mateta Rizalulhaq.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono memprediksi puncak arus balik terjadi pada Sabtu (25/8) malam hingga Minggu (26/8). Lonjakan arus balik terjadi melalui jalur darat karena minimnya tiket kereta api. “Puncak arus balik diperkirakan nanti malam dan besok malam,” ujar di Terminal Kampung Rambutan, kemarin. Udar menuturkan, berdasarkan laporan dari sejumlah kepala terminal, volume angkutan darat arus balik meningkat. Hal ini dikarenakan ketatnya pembelian tiket kereta api. “Karena kereta api ketat, sehingga ada yang pindah ke angkutan yang lain. Jadi jika dilihat yang berangkat itu sudah 1,6 juta sampai H+3, H+3 itu bukan hari ini tapi kemarin.
Yang hari ini baru dihitung sekarang. Terus yang datang itu 1 juta-an ,ini yang naik angkutan umum,” katanya. Selain itu, ada juga pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini mengalami peningkatan. Penumpang arus balik di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, pada H+6 Lebaran mencapai 15.831 orang, naik 37 persen dibanding hari sebelumnya. “H+6 pagi, total ada 15.831 dan 403 bus,” kata Kepala Terminal Bus AKAP Pulogadung, M Nur. (H51, dtc,viva,ant-48,71)